Showing posts with label perlambatan kredit. Show all posts
Showing posts with label perlambatan kredit. Show all posts

Saturday, October 25, 2014

Perlambatan Kredit Dipicu LDR Yang Mendekati Batas Atas

Financeroll – Perlambatan kredit pada paruh kedua tahun ini turut dipicu rasio intermediasi bank (loan to deposit ratio/LDR) yang mendekati batas atas yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).


Hasil Survei Perbankan yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) memproyeksi pertumbuhan kredit pada akhir tahun ini hanya akan menyentuh posisi 14,4%.


Proyeksi tersebut bahkan di bawah target BI yang membatasi pertumbuhan kredit di kisaran 15%-17% pada tahun ini.


Adapun dari data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LDR kalangan bank umum telah menyentuh posisi 90,63% pada Agustus 2014 atau naik 175 basis poin (bps) dalam 12 bulan terakhir.


Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengatakan dengan posisi LDR yang mendekati batas atas tersebut, ruang gerak perbankan kian sempit. Akibatnya, perbankan juga enggan agresif dalam menyalurkan kredit.


Senada, Analis UOB KayHian mengatakan perlambatan pertumbuhan kredit memang akan terjadi secara bertahap mengingat LDR yang hampir menyentuh batas atas.


Dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan belum lama ini dijelaskan meski penetrasi kredit di Indonesia masih rendah, tapi diyakini pertumbuhan pinjaman tahun ini tak akan mencapai di atas 20%.



Perlambatan Kredit Dipicu LDR Yang Mendekati Batas Atas

Sunday, October 19, 2014

Perlambatan Pertumbuhan Kredit Baru Masih Berlanjut

Financeroll – Responden survei perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia, memperkirakan pada kuartal IV/2014 perlambatan pertumbuhan kredit baru masih akan berlanjut.


Hasil Survei Perbankan kuartal III/2014 menyebutkan suku bunga dana diperkirakan mengalami kenaikan dan mendorong terjadinya kenaikan suku bunga kredit pada triwulan IV 2014.


Faktor utama penyebab perlambatan ini adalah rendahnya permintaan pembiayaan dari nasabah, kenaikan suku bunga, dan meningkatnya risiko pemberian kredit.


Responden survei mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada kuartal III/2014 mengalami perlambatan. Adapun responden dari survei ini adalah 42 bank umum yang berkantor pusat di Jakarta, dengan pangsa kredit sekitar 80% dari nilai total kredit bank umum nasional.


Selain itu, responden memperkirakan bahwa rata-rata suku bunga kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada kuartal IV/2014 akan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 14 bps, 15 bps, dan 17 bps.


Responden survei mengkoreksi proyeksi pertumbuhan kredit 2014 dari 18,2% (yoy) menjadi 14,4% (yoy). Angka proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2013 sebesar 21,8% dan juga lebih rendah dari batas bawah target pertumbuhan kredit 2014 oleh Bank Indonesia yang sebesar 15%-17%.



Perlambatan Pertumbuhan Kredit Baru Masih Berlanjut