Showing posts with label transjakarta. Show all posts
Showing posts with label transjakarta. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

Tarif Bus APTB Akan Turun Setelah Pengalihan Pengelolaan

Financeroll – Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI memperkirakan dengan pengalihan pengelolaan bus angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB), tarif akan lebih rendah dari saat ini.


Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan semua operator telah sepakat dengan persyaratan yang ditetapkan oleh PT Transjakarta.


Dengan adanya berbagai penyesuaian harga tiket bagi penumpang bus APTB dimungkinkan lebih rendah dari saat ini.


Adapun tarif bus APTB dengan rute terpanjang yaitu 62 kilometer adalah Rp17.000 perpenumpang. Berbeda dengan tarif bus Transjakarta yang hanya Rp3.500 sekali perjalanan melewati 12 koridor.


Tarifnya nanti disesuaikan. Dan bisa jadi turun.


Nantinya para operator akan menyusun kontrak dengan PT Transjakarta setelah nominal pembayaran ditetapkan. Ke depan, masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dibahas dengan melibatkan Dishub, PT Transjakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda DKI.


Nanti operator berkontrak baru. Dalam waktu dua bulan nanti keluar angka Rp/km.


Seperti diketahui, saat ini terdapat 193 armada bus APTB yang beroperasi dengan 17 trayek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.


Adapun, enam operator tersebut yakni, PT Anugerah Mas, PT Bianglala Metropolitan, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Mayasari Bhakti, PT Hiba Utama dan Perum PPD.



Tarif Bus APTB Akan Turun Setelah Pengalihan Pengelolaan

Bus APTB Harus Sesuaikan Standard Pelayanan Minimal Bus Transjakarta

Financeroll – Operator bus angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) diberi masa tenggat waktu hingga 27 Maret 2015 untuk menyesuaikan dengan standar pelayanan minimal (SPM) Bus Transjakarta.


Direktur Utama PT Transjakarta Steve Kosasih mengatakan nominal pembayaran masih dalam proses penghitungan. Namun, pihaknya telah menetapkan tenggat waktu agar enam operator bus mengikuti SPM bus Transjakarta.


SPM yang digunakan mengacu pada Peraturan Gubernur DKI No.35/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Unit Pengelola Transjakarta-Busway.


SPM yang sama dengan para operator Transjakarta harus dipenuhi para Operator APTB per tanggal 27 Maret 2015.


Kendati demikian diperkirakan nilai per kilometer yang harus diterima operator bus APTB akan lebih rendah dari operator Bus Transjakarta. Sebagai gambaran bus Transjakarta berjenis single, buatan Jepang dan berbahan bakar gas saja dibayar Rp11.137/km.


Maka sudah selayaknya besaran Rp/km untuk operator APTB lebih rendah dari bus standar Transjakarta.


Seperti diketahui, saat ini terdapat 193 armada bus APTB yang beroperasi dengan 17 rute perjalanan. Rute tersebut menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.


Adapun, enam operator tersebut yakni, PT Anugerah Mas, PT Bianglala Metropolitan, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Mayasari Bhakti, PT Hiba Utama dan Perum PPD.



Bus APTB Harus Sesuaikan Standard Pelayanan Minimal Bus Transjakarta

Tarif Bus APTB Dianggap Mahal

Financeroll – Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan semua operator telah sepakat dengan persyaratan yang ditetapkan oleh PT Transjakarta.


Dengan adanya berbagai penyesuaian harga tiket bagi penumpang bus APTB dimungkinkan lebih rendah dari saat ini.


Adapun, tarif bus APTB dengan rute terpanjang yaitu 62 kilometer adalah Rp17.000 perpenumpang.


Berbeda dengan tarif bus Transjakarta yang hanya Rp3.500 sekali perjalanan melewati 12 koridor.


Tarifnya nanti disesuaikan. Bisa jadi turun.


Nantinya para operator akan menyusun kontrak dengan PT Transjakarta setelah nominal pembayaran ditetapkan. Ke depan, masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dibahas dengan melibatkan Dishub, PT Transjakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda DKI.


Nanti operator berkontrak baru. Dalam waktu dua bulan nanti keluar angka Rp/km.


Saat ini terdapat 193 armada bus APTB yang terbagi ke 17 trayek. Trayek ini menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.


Adapun, enam operator tersebut yakni, PT Anugerah Mas, PT Bianglala Metropolitan, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Mayasari Bhakti, PT Hiba Utama dan Perum PPD.



Tarif Bus APTB Dianggap Mahal

Friday, January 16, 2015

Pemprov DKI Resmi Alihkan APTB ke PT Transportasi Jakarta

Financeroll – Pemprov DKI Jakarta resmi mengalihkan pengelolaan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) kepada PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).


Nantinya, APTB akan dibayar dengan sistem per kilometer, sama dengan operator bus Transjakarta lainnya. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan pihaknya akan membantu proses peralihan pengelolaan tersebut. Waktu yang diberikan untuk proses peralihan tersebut hanya selama tiga bulan.


Dengan memberikan kesempatan selama tiga bulan kepada operator APTB untuk bergabung dengan PT Transjakarta. Nanti akan dibantu proses mediasinya.


Jangka waktu selama tiga bulan tersebut harus dimanfaatkan oleh kedua pihak untuk menyusun peraturan, pembenahan sistem, serta perubahan logo. Setelah resmi bergabung maka operator APTB harus patuh dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) PT Transjakarta.


Setelah resmi bergabung, artinya para operator APTB harus tunduk sepenuhnya terhadap aturan, APTB harus berada di jalur bus Transjakarta dan tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan.


Selain itu, nantinya tidak lagi menggunakan sistem setoran, tetapi diganti dengan sistem rupiah per kilometer. Sistem tersebut juga sudah diterapkan pada operator bus Transjakarta lainnya.


Nantinya PT Transjakarta akan membuat kontrak kerja sama dengan para operator APTB. Jadi, APTB bukannya dihapus atau dihilangkan, tetapi digabung dengan PT Transjakarta.


Tidak ada lagi penambahan rute atau trayek untuk APTB dan penambahan armada bus untuk angkutan tersebut. Hingga saat ini, terdapat enam operator APTB dengan 17 trayek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya. Enam operator itu, yakni PT Anugerah Mas, PT Bianglala Metropolitan, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Mayasari Bhakti, PT Hiba Utama, dan Perum PPD.


Ke-17 trayek tersebut, antara lain Bekasi-Pulogadung, Poris Plawad-Tomang, Ciputat-Kota, Cibinong-Grogol, Bogor-Rawamangun, Bekasi-Tanah Abang, Bekasi-Bundaran HI, Bogor-Blok M dan Cileungsi-Blok M. Lalu, Bogor-Tanah Abang, Bogor-Tanjung Priok, Pulogadung-Tangerang, Cikarang-Kalideres, Bogor/Ciawi-Grogol, Bogor/Bubulak-Grogol, Bogor-Senen, dan Bogor-Cililitan.



Pemprov DKI Resmi Alihkan APTB ke PT Transportasi Jakarta

Tap Uang Elektronik Sebagai Acuan Untuk Jumlah Rute Transjakarta

Financeroll – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah jumlah rute Transjakarta pada tahun ini. Untuk mengatur rute dan durasi waktu kedatangan bus, diperlukan data akurat mengenai perputaran penumpang pengguna Transjakarta.


Menurut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, dia bisa memperhitungkan lalu lintas penumpang yang menggunakan bus Transjakarta melalui tap dari kartu elektronik. Dia berharap bulan depan seluruh penumpang sudah bisa memanfaatkan uang elektronik sebagai alat pembayaran.


“Makanya, saya minta semua orang, bulan ini kalo bisa, minimal bulan depan, semuanya sudah mesti pakai e-ticketing. Supaya saya bisa membaca tujuan kamu kemana,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta.


Pria yang kerap disapa Ahok ini mengungkapkan pihaknya terus memaksa penumpang untuk menggunakan uang elektronik, salah satu caranya adalah dengan memasang harga tinggi dengan isian saldo setengah dari harga pembelian perdana.


Saat ini, harga perdana kartu elektronik dijual Rp40.000 dengan isian Rp20.000. Untuk sekali tap, secara otomatis saldo pada uang elektronik berkurang Rp3.500. Pengisian saldo bisa dilakukan di halte busway maupun melalui ATM.


“Sebenarnya kenapa saya mesti paksa anda untuk beli Rp40 ribu untuk awal? Tiketnya Rp20 ribu, jadi kartu seolah-olah Rp20 ribu. Karena Anda saya kasih gratis, Anda buang-buang terus,” kata Basuki Tjahaja Purnama.



Tap Uang Elektronik Sebagai Acuan Untuk Jumlah Rute Transjakarta

Saturday, December 27, 2014

Angaran Dana Subsidi PT Transportasi Jakarta Hampir Rp1 Triliun

Financeroll – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan dana subsidi untuk PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).


Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah‎ DKI Heru Budi Hartono mengatakan Pemprov menyediakan dana senilai hampir Rp1 triliun untuk salah satu BUMD DKI yang bergerak di bidang transportasi tersebut.


Untuk PSO kita akan kasih Transjakarta Rp924 miliar.


PSO tersebut diberikan Pemprov kepada PT Transjakarta untuk mensubsidi harga tiket bus, sehingga menjaga harga tiket tidak mengalami kenaikan dan tidak membebani PT Transjakarta.


PSO ini beda dengan penyertaan modal pemerintah (PMP). PMP diberikan kepada PT Transjakarta untuk mengembangkan usaha.


Untuk PMP yang akan diberikan ke PT Transjakarta, Pemprov DKI telah menyiapkan suntikan modal senilai Rp2 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS).


Kalau PSO ya itu tadi, untuk mempertahankan harga tiket tetap Rp3500.


Nilai subsidi ini diputuskan oleh BPKD setelah menghitung kebutuhan subsidi setiap satu bus dan kebutuhan per kilo meternya.


Nantinya, PSO untuk PT Transjakarta ini akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015.


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bantuan subsidi untuk PT Transjakarta ini merupakan PSO yang diberikan pertama kali.


Hal ini dikarenakan PSO bisa diberikan setelah Transjakarta berubah status menjadi PT dari status sebelumnya, yaitu Unit Pengelola (UP).


Ini pertama kali subsidi. Kemarin-kemarin harga tiket Rp3.500, kalau rugi ditahan sama UP. Nanti kalau sudah resmi jadi PT, akan dikasih PSO.


Pemberian subsidi ini untuk membantu agar PT Transjakarta fleksibel dalam memberikan pelayanan transportasi umum kepada masyarakat Ibu Kota.


Tidak ada permasalahkan dewan yang menginginkan Transjakarta untuk mandiri setelah menjadi PT dengan tidak diberi subsidi oleh Pemprov DKI.


“Kan kalau mandiri, kita bikin PT. Karena PT ini masih baru, geraknya susah makanya dikasih subsidi,” kata Basuki Tjahaja Purnama.



Angaran Dana Subsidi PT Transportasi Jakarta Hampir Rp1 Triliun