Showing posts with label industri jasa keuangan. Show all posts
Showing posts with label industri jasa keuangan. Show all posts

Thursday, December 25, 2014

OJK Nilai Profil Risiko Industri Jasa Keuangan Pada Kondisi Stabil

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai profil risiko di industri jasa keuangan hingga pekan kedua Desember 2014 secara umum berada pada kondisi stabil.


Rapat bulanan Dewan Komisioner OJK pada Desember 2014 menyimpulkan bahwa profil risiko industri jasa keuangan di Indonesia relatif terkendali, di tengah perkembangan kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif.


“Dalam kondisi yang relatif stabil dan terkendali,” ujar Deputi Komisioner Manajemen Strategis I B OJK Lucky F.A. Hadibrata dalam siaran pers.


OJK melihat industri jasa keuangan di Indonesia masih akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global, seperti ekonomi Amerika Serikat yang terus menunjukkan tren membaik. Di sisi lain, pemulihan ekonomi di zona Euro masih terbatas, inflasi masih di bawah target, dan stimulus diperluas.


Kondisi Indonesia juga tidak terlepas dari kondisi perekonomian Jepang yang terkontraksi dalam dua triwulan berturut-turut, sejalan dengan melemahnya konsumsi pascakenaikan pajak penjualan pada April 2014.


Di sisi lain, OJK menilai perekonomian Indonesia diperkirakan masih akan malambat pada triwulan terakhir tahun ini. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat.


Sementara itu, ekspor manufaktur membukukan peningkatan, namun secara keseluruhan pertumbuhan ekspor masih terbatas karena ekspor komoditas masih tertekan, sejalan dengan melambatnya permintaan negara-negara emerging market.



OJK Nilai Profil Risiko Industri Jasa Keuangan Pada Kondisi Stabil

Saturday, November 29, 2014

Bisnis Wealth Management Memperkuat Certified Wealth Manager"s Association

Financeroll – Untuk mengatasi masa transisi atau pensiun, meningkatkan profesional networking baik di tingkat global, maka Certified Wealth Managers’ Association (CWMA) menggelar forum dengan tujuan memperkuat wealth management.


Chairman CWMA Darmadi Sutanto mengungkapkan forum CWMA bertujuan memberikan informasi terkini seputar wealth management baik dari regulator dan praktisi untuk meningkatkan pengetahuan, serta memperkaya pengalaman dan jaringan bagi para anggota.


Kegiatan ini tidak mencari profit. Acara ini bertujuan mewujudkan industri jasa keuangan yang menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum.


Darmadi mengatakan target perserta pada kegiatan bertema “Tantangan dan Peluang Welath Managemen dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015″ mencapai 1.000 peserta. Forum akan digelar pada 28 November 2014 di Shangri La Hotel.


Selain itu, CWMA juga mengadakan sertifikasi wealth management menggunakan standar kompetensi internasional yaitu “Regional Model Competency Standard (RMCS)” yang dipakai di United Kingdom (UK), Kanada, Australia dan negara-negara persemakmuran lainnya.


Sertifikat Wealth Management juga diakui internasional melalui mekanisme recognition agreement (MRA) oleh negara-negara AFTA, APEC dan WTO. Sertifikasi ini juga didukung oleh regulator lokal seperti Bank Indonesia, OJK, Depnakertrans dan BNSP.



Bisnis Wealth Management Memperkuat Certified Wealth Manager"s Association

Thursday, November 27, 2014

Pemisahan Kantor Yang Menempel Pada Bank Indonesia Segera Dituntaskan

Financeroll – Komisi XI DPR meminta Otoritas Jasa Keuangan segera menuntaskan pemisahan kantor yang saat ini masih menempel pada kantor-kantor Bank Indonesia.


Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Misbakhun mengatakan pemisahan kantor harus segera dilakukan agar kinerja OJK sebagai pengatur dan pengawas industri jasa keuangan dapat lebih maksimal.


Ada permitaan agar pemindahan kantor-kantor BI segera tuntas. Kalau perlu dukungan dari DPR akan didukung.


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan pihaknya sedang terus mengupayakan pemindahan kantor OJK, terutama kantor perwakilan di daerah, yang saat ini masih menumpang di kantor milik Bank Indonesia.


OJK sangat serius ingin memiliki gedung. Dalam rancangan anggaran 2015 yang disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan DPR, OJK menganggarkan dana untuk gedung dan perkantoran sebesar Rp252,18 miliar, ditambah usulan dana senilai Rp250 miliar di luar pagu anggaran yang khusus diperuntukkan bagi pembangunan gedung pusat OJK.


Di luar jumlah anggaran tersebut, OJK juga memerlukan tambahan dana untuk membangun atau menyewa gedung di kantor-kantor wilayah di daerah. Muliaman mengatakan pihaknya akan memprioritaskan penggunanaan gedung-gedung milik pemerintah agar tidak perlu membangun gedung sendiri.



Pemisahan Kantor Yang Menempel Pada Bank Indonesia Segera Dituntaskan