Showing posts with label penyaluran kpr. Show all posts
Showing posts with label penyaluran kpr. Show all posts

Saturday, January 3, 2015

PT Bank Central Asia Targetkan Penyaluran KPR Sebesar Rp19 Triliun

Financeroll – PT Bank Central Asia Tbk menargetkan penyaluran kredit baru atau booking kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp19 triliun tahun ini, didorong oleh penguatan permintaan dari kalangan nasabah.


Henry Koenafi, Direktur Konsumer BCA, mengatakan pertumbuhan KPR pada 2014 yang tumbuh terbatas akibat kondisi likuiditas yang ketat. Dan mau tumbuh 10%, jadi booking harus Rp19 triliun.


Saban bulan jumlah run off atau pengurangan oustanding karena pelunasan atau pembayaran angsuran oleh nasabah mencapai Rp1,1 triliun atau Rp13,2 triliun dalam satu tahun.


Di sisi lain BCA belum akan menyesuaikan tingkat bunga kendati Bank Indonesia (BI) telah menaikkan BI rate pada November 2014 lalu ke level 7,75%. Berdasarkan publlikasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) di website perseroan, bunga KPR di BCA dipatok 10,5%.



PT Bank Central Asia Targetkan Penyaluran KPR Sebesar Rp19 Triliun

Monday, October 20, 2014

Penyaluran Pinjaman Sektor KPR dan KPA Tetap Jadi Prioritas

Financeroll – Penyaluran pinjaman baru ke sektor kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) masih menjadi prioritas bisnis kalangan perbankan.


Demikian hasil Survei Perbankan pada triwulan III/2014 yang dipublikasikan Bank Indonesia.


KPR dan KPA masih menjadi prioritas utama penyaluran pinjaman baru mengingat kecilnya kenaikan suku bunga kredit dan risiko pinjaman ke sektor ini yang diklaim kecil oleh beberapa bankir. Selain itu, kebutuhan akan perumahan yang mencapai 15 juta unit juga membuat beberapa bankir masih berfokus menyalurkan kredit ke sektor ini.


Dari survei tersebut, suku bunga KPR dan KPA diprediksi hanya akan naik 15 basis points (bps) menjadi 12,79% pada triwulan IV/2014. Kenaikan tersebut merupakan yang terendah dibanding jenis kredit konsumsi lainnya yaitu kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit tanpa agunan (KTA) yang diprediksi meningkat masing-masing 22 bps dan 16 bps.


Pada bulan lalu, PT Bank DBS Indonesia menjadi pemain baru dalam penyaluran kredit ke sektor ini. Managing Director of Consumer Banking Group Bank DBS mengatakan perseroan tertarik masuk ke sektor KPR karena potensi bisnis yang masih besar. Dari 250 juta orang, rasio pendanaan KPR terhadap PDB baru 2%.


Sementara itu, Corporate Secretary PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengungkapkan pembiayaan rumah mencatatkan risiko terkecil di banding jenis pinjaman lainnya.


Karena semua aset base dan performance-nya lumayan bagus.



Penyaluran Pinjaman Sektor KPR dan KPA Tetap Jadi Prioritas

Sunday, October 19, 2014

Setelah Pembatasan Suku Bunga Dana, Harusnya Bunga KPR Turun

Financeroll – Di tengah kondisi perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), kalangan perbankan nampak berhati-hati untuk menurunkan suku bunga KPR.


General Manager Konsumer BNI mengatakan setelah pembatasan suku bunga dana, suku bunga kredit secara logika akan turun. Namun, BNI masih akan mempertahankan suku bunga KPR sambil mengkaji lebih dalam untuk menurunkan suku bunga.


Secara logika pasti akan turun, tetapi perlu kaji lebih dalam lagi. Tahun ini KPR memang melambat karena pemberlakukan loan to value.


Penyaluran KPR BNI pada tahun ini melambat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Saat ini jumlah rata-rata permintaan KPR BNI per bulan sebesar Rp500 hingga Rp600 miliar, padahal tahun lalu bisa mencapai Rp1 triliun.


Untuk mengiasati perlambatan, perseroan mulai masuk untuk membiayai kepemilikan rumah kedua (secondary mortgage). Harga rumah kedua yang umumnya dibiayai perseroan ialah pada kisaran Rp750 juta ke atas.


Perseroan menargetkan penyaluran KPR sebesar Rp34 triliun pada akhir tahun ini. Jumlah itu meningkat 7,25% dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu yang sebesar Rp31,7 triliun.


Tingkat suku bunga KPR yang ditawarkan bank dengan kode saham BBNI ialah 9,5% untuk fix rete selama setahun, kemudian dilanjutkan dengan floating rate sebesar 13,5%. Suku bunga KPR itu, telah naik dari posisi sebelumnya yakni 9% untuk fix rate dan 13% untuk floating rate.


Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara sebelumnya mengatakan perseroan akan menyesuaikan suku bunga KPR. Bunga KPR nanti akan disesuaikan. Akan dihitung dulu karena ketika suku bunga dana turun tidak seketika suku bunga kredit turun.



Setelah Pembatasan Suku Bunga Dana, Harusnya Bunga KPR Turun