Monday, December 1, 2014

Data Inflasi Dirilis , Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Financeroll - Pada perdagangan Senin (1/12) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak melemah 90 poin menjadi Rp 12.295 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.205 per dolar AS.  Kondisi mata uang dolar AS yang terus bergerak menguat di pasar Asia berdampak negatif bagi nilai tukar rupiah di pasar uang domestik.  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14 poin berkat aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Indeks semakin mendekati level 5.200.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 0,492 poin (0,01%) ke level 5.150,380.


Laju mata uang rupiah masih bergerak stabil menyusul data ekonomi Indonesia yang tidak terlalu buruk, meski mencatatkan inflasi namun itu sudah diprediksi. Sementara neraca perdagangan mencatatkan surplus.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menyumbang inflasi November 2014 yang sebesar 1,5 %.  Laju inflasi tahun kalender Januari-November 2014 telah mencapai 5,75% dan inflasi secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 6,23 %.


Sementara neraca perdagangan Oktober 2014 mengalami surplus sebesar USD  23,2 juta, dimana kinerja ekspor mencapai USD  15,35 miliar dan impor sebesar USD  15,33 miliar. Keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi meningkatkan harapan akan lebih cepatnya perbaikan defisit neraca transaksi berjalan Indonesia.  Ini mungkin dapat meredam potensi pelemahan rupiah yang berlebihan. Seiring pelemahan  pada transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI)  mata uang lokal ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.264 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.196 per dolar AS.


Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 6,203 poin (0,12%) ke level 5.156,091. Indeks balik arah positif setelah pengumuman inflasi. Pagi tadi aksi jual sempat membawa indeks ke teritori negatif.  Pada akhir  perdagangan awal pekan, Senin (1/12), IHSG ditutup bertambah 14,400 poin (0,28%) ke level 5.164,288. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,365 poin (0,49%) ke level 890,699.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 67,711 miliar di seluruh pasar.


Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.731 kali dengan volume 6,346 miliar lembar saham senilai Rp 5,744 triliun. Sebanyak 134 saham naik, 170 turun, dan 79 saham stagnan.  Harga minyak dunia yang masih dalam tren melemah membuat pelaku pasar khawatir, akhirnya banyak terjadi aksi jual. Bursa-bursa regional pun rata-rata berakhir di zona merah hari ini.


Sedangkan situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 naik 130,25 poin (0,75%) ke level 17.590,10, Indeks Hang Seng anjlok 620,00 poin (2,58%) ke level 23.367,45, Indeks Komposit Shanghai menipis 2,68 poin (0,10%) ke level 2.680,16, dan  Indeks Straits Times jatuh 45,72 poin (1,36%) ke level 3.304,78. [geng]



Data Inflasi Dirilis , Pasar Uang Domestik Bergerak Variatif

Fischer Menolak Inflasi Di Atas 2 Persen

Financeroll – Wakil ketua Federal Reserve AS Stanley Fischer mengatakan di Senin (1/12) dini hari tadi, Amerika Serikat membutuhkan sesuatu untuk menghasilkan inflasi yang lebih tinggi sebagai cara untuk meningkatkan upah.


Pada acara forum dewan Hubungan luar negeri, Fischer mengatakan dirinya tidak setuju dengan argumen bahwa target inflasi bank sentral diharuskan didorong untuk 4 persen, dia merasa keuntungan dalam tujuan inflasi Fed 2 persen memberikan ruang untuk manuver jika perlu untuk merangsang ekonomi, sementara juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan upah dengan harapan harga dapat lebih tinggi dan pendapatan yang lebih kuat.


Fed harus menjaga inflasi secara signifikan di bawah 4 persen, lebih mudah bagi perusahaan untuk merespon kenaikan harga secara bertahap dan akhirnya perlu meningkatkan upah, daripada untuk menanggapi harga stagnan atau menurun dengan pemotongan upah.



Fischer Menolak Inflasi Di Atas 2 Persen

Saham AS Memprihatinkan

Financeroll – Saham AS merosot pada hari Senin ketika data ekonomi yang mengecewakan dari Tiongkok dan Eropa memicu persaingan untuk menjual di pasar global.


Situasi suram para investor juga berpengaruh ke dalam teknologi berat Nasdaq Composite, yang melihat penurunan tajam dalam tujuh minggu, terseret oleh penurunan besar di beberapa teknologi raksasa seperti Apple, Google, Facebook, dan Alibaba.


Saham kecil yang dianggap lebih berisiko daripada saham yang lebih besar, ternyata juga bernasib buruk, dengan Russell 2000 merosot sebesar 1,6%.


S&P 500 dan Dow merasakan kerugian terbesar satu hari sejak tanggal 22 Oktober. Indeks acuan turun 14,12 poin atau 0,7%, ke 2,053.44. Sementara indeks Dow kehilangan 51,44 poin, atau 0,3%, ke 17.776.80. Penurunan Nasdaq Composite adalah penurunan yang terbesar dalam tujuh minggu setelah merosot 64,28 poin, atau 1,3%, menuju 4,727.35.


Harga minyak juga menurun dimana telah terjadi keputusan minggu lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mempertahankan tingkat produksi. WTI turun 14% minggu lalu dan 18% untuk bulan November.



Saham AS Memprihatinkan

Emas Melambung, Dolar Melemah

Financeroll – Pada penutupan perdagangan di bursa komoditi logam, harga emas berjangka terpantau melambung hari Senin setelah dolar melemah.


Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari naik 3,42% pada $ 1,215.70. naik dari sesi rendah $ 1,141.80 dan menutup pada posisi tinggi yaitu $ 1,220.50. Kontrak pada bulan Februari menetap di tingkat 1,84% ($ 1,175.50) pada hari Jumat.


Emas berjangka kemungkinan besar akan mencari dukungan di $ 1,141.80 per troy ons dan melakukan perlawanan pada $ 1,208.20, posisi tinggi semenjak tanggal 21 November kemarin.


Di AS, Institute of Supply Management melaporkan sebelumnya bahwa manufaktur PMI turun dari 59,0 ke 58,7pada bulan Oktober, meskipun masih lebih baik dari ekspektasi sebesar 57,9.


Sementara itu, para pemilih Swiss akhir pekan lalu memilih menentang proposal yang diperlukan bank sentral untuk menahan sebagian dari cadangan emas.


Di tempat lain, perak untuk pengiriman bulan Maret naik 6,18% pada $ 16,517 per troy ons, sementara tembaga untuk pengiriman bulan Maret naik 1,74% pada $ 2,894 per pon.



Emas Melambung, Dolar Melemah

Pencatatan Perdana Saham PT PP Properti Incar Investor Asing

Financeroll – Rencana pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) PT PP Properti pada kuartal I atau awal kuartal II tahun depan, perusahaan berniat mengincar investor asing.


Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Tumiyana, mengatakan, sebagai induk usaha, PTPP akan menggelar roadshow ke sejumlah negara di Asia dan Eropa untuk menggaet investor asing.


Roadshow akan dilakukan ke Hong Kong hingga Eropa, dan tidak akan ke Amerika Serikat.


Penjualan 30%-35% saham PT PP Properti ditargetkan dapat meraup dana Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun. Saat ini, perseroan tengah melakukan tender untuk menunjuk penjamin emisi dan kelengkapan IPO lainnya.


Pada saat IPO, laba bersih PT PP Properti ditargetkan mencapai Rp290 miliar, naik 187,12% dari target tahun ini Rp101 miliar. Saat ini, pendapatan PP Properti mencapai Rp400 miliar dengan pre-sales sebesar Rp1,3 triliun.


Penjualan saham PP Properti diperkirakan cukup menarik bagi investor. Apalagi, segmen menengah atas yang disasar oleh PP Properti bisa disejajarkan dengan emiten properti yang telah listing di pasar modal.


Sepanjang PTPP dapat menjelaskan proyek properti mereka bagus, paling tidak, oversubscribe dua kali bisa untuk PP Properti.



Pencatatan Perdana Saham PT PP Properti Incar Investor Asing

PT Wijaya Karya Beton Investasi Rp250 Miliar Untuk Bangun Pabrik di Kaltim

Financeroll – PT Wijaya Karya Beton Tbk. berencana membangun pabrik beton pracetak di Kalimantan Timur dengan investasi mencapai Rp250 miliar pada tahun depan.


Sekretaris Perusahaan WTON Puji Haryadi mengatakan pembangunan pabrik baru tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 ton/tahun. Kemudian, kapasitas akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan beton precast di Kawasan Indonesia Timur.


Awal tahun masih penataan lahan dulu, untuk pematangan lahan sekitar Rp125 miliar.


Emiten berkode saham WTON tersebut telah meraup kontrak baru sebesar Rp2,22 triliun dengan carry over sebesar Rp1,6 triliun. Ditargetkan sepanjang tahun ini perseroan meraih kontrak baru Rp3,01 triliun.


Hingga saat ini, WTON telah memiliki 8 pabrik precast dan 2 anak usaha. Tahun depan, ditargetkan dua pabrik precast akan mulai berporduksi sehingga kapasitas dapat meningkat dari saat ini 2,2 juta ton/tahun.



PT Wijaya Karya Beton Investasi Rp250 Miliar Untuk Bangun Pabrik di Kaltim

AJI Mendorong Jurnalis Lebih Kreatif Berwirausaha Media

Financeroll – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendorong jurnalis lebih kreatif memanfaatkan potensi perkembangan teknologi dan perubahan model komunikasi untuk meningkatkan kesejahteraan.


Ketua Umum AJI Indonesia Eko Maryadi mengatakan perkembangan teknologi di bidang media yang demikian pesat mesti diikuti upaya untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis.


AJI mendorong anggotanya memiliki kemampuan lain selain di bidang jurnalistik. Yang paling memungkinkan itu memanfaatkan peluang-peluang di bidang media.


AJI memberikan penguatan kapasitas jurnalis dan pembekalan sebagai strategi untuk menciptakan jurnalis andal yang berujung pada peningkatan kesejahteraan.


Kemampuan yang dimiliki tersebut diharapkan menjadi tambahan income bagi jurnalis, yang bisa dimanfaatkan dengan tidak bertentangan dengan kode etik jurnalistik.


Ada banyak bidang usaha yang bisa dijalankan, asal tidak bertentangan dengan kode etik. Misalnya sudah ada anggota AJI yang buka usaha tour and travel, hingga membangun media.


Yang paling potensial dikembangkan dan sesuai dengan bidang keilmuan jurnalis adalah membangun perusahaan media. AJI mendorong tumbuhnya media lokal untuk melawan konglomerasi media yang kini terjadi di Indonesia.


Apalagi, pertumbuhan media mainstream yang mengeruk keuntungan besar, tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan jurnalis.


AJI mendorong tumbuhnya media baru di daerah. Konsepnya daerah mengepung kota.


Untuk mendorong itu, AJI menggelar seminar nasional peluang kewirausahaan di bidang media sebagai bagian dari rangkaian Kongres ke IX AJI di Bukittinggi, Sumatra Barat 27-29 November 2014.


Seminar yang digelar dalam dua sesi. Sesi pertama mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Membangun Industri Kreatif Berbasis Media” dengan pembicara Dirjen Pembinaan dan Produktivitas Menakertrans Khairul Anwar, Pendiri Detik.Com Budiono Darsono, dan CEO Watchdoc Dandhy Dwi Laksono.


Sedangkan pada sesi kedua dengan tema “Modal, Model dan Pengembangan Bisnis Media di Berbagai Kota” dengan pembicara Mubarika Darmayanti, Chief Marketing Officer CONNEXIOID.COM, Direktur YosefArdi News, Yosef Ardi, Wakil Direktur Utama Harian Fajar Syukriansyah Latief, dan ICT Watch Heru Tjatur.


Seminar tersebut diikuti oleh jurnalis, humas instansi pemerintah dan swasta, mahasiswa, pelaku industri kreatif dan masyarakat umum. Harapannya, seminar itu mendorong terbukanya wawasan jurnalis dan masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan peluang kewirausahaan di bidang media.


Selain itu, AJI Indonesia juga menggelar Kongres ke IX yang diikuti 34 delegasi AJI Kota dan dua AJI Persiapan Kota Purwokerto dan Bengkulu. Sekitar 200 jurnalis hadir dalam kongres untuk memilih Ketum dan Sekjen AJI Indonesia periode 2014-2017.



AJI Mendorong Jurnalis Lebih Kreatif Berwirausaha Media